Taiwan telah melarang impor semua jenis buah asal Tasmania, Australia, karena kekhawatiran mengenai hama lalat buah. Demikian disampaikan Menteri Industri Primer Tasmania, Jeremy Rockliff.
Negara bagian yang terpisah dari daratan benua Australia itu mengalami krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya menyusul ditemukannya hama di dua lokasi.
Hama lalat dewasa ditemukan di pulau Flinders Island dan hama berupa larva ditemukan di Spreyton, dekat Devonport.
Menteri Rockliff mengatakan pihaknya memahami langkah yang diambil Taiwan.
"Saya mendapat laporan bahwa Taiwan telah menghentikan impor untuk panen asal Tasmania," kata Rockliff.
"Kami tetap menjalin kontak dengan negara-negara protokol kami, khususnya Taiwan dan China," tambahnya.
"China menghargai briefing yang terus kami sampaikan, namun mereka belum menghentikan perdagangan apapun, ini tentunya disambut baik," ujar Menteri Rockliff
Dia mengatakan pasar utama lainnya seperti Singapura dan Hong Kong, yang bukan negara protokol, tetap terbuka.
Dia menjelaskan ceri merupakan jenis buah utama yang terkena dampak.
Enam puluh persen produksi ceri Tasmania dikirim ke China dan Hong Kong.
Buah-buahan dalam radius 15 KM dilarang untuk dibawa keluar dari zona ini.
Belum ada tanggapan untuk "Terkait Lalat Buah, Taiwan Larang Impor dari Tasmania"
Posting Komentar