TRIBUNNEWS.COM, SINGAPURA - Menko Maritim Luhut Pandjaitan mengatakan sebagai negara berdaulat Indonesia tidak akan berpihak.
Ia mengatakan Indonesia sangat terbuka terhadap persaingan, tetapi bukan persaingan untuk saling pamer kekuatan atau dalam arti negatif.
"Kami tidak akan berpihak, kami hanya mengacu pada hukum internasional, bekerja untuk menciptakan dan memelihara perdamaian dan stabilitas, mengurangi kemiskinan, dan sisi membersihkan lingkungan kita, termasuk lautan kita," ujar Luhut saat menjadi pembicara dalam pertemuan tahunan Shangri La Dialogue (KTT Keamanan Asia) di Singapura, Sabtu (2/6/2018).
Ia mengatakan memang ada ide untuk melakukan penangkapan bagi yang melanggar batas wilayah.
"Saat ini masih belum perlu ada tindakan seperti itu, tetapi tindakan pamer kekuatan juga tidak bisa diterima," ujarnya.Â
Baca: 4 Tahun Menjalin Cinta Terlarang, Rosalia Dibunuh Pendeta Henderson karena Sudah Punya Pacar
Menurutnya saat ini ada sejumlah inisiatif yang diluncurkan oleh berbagai negara, seperti Inisiatif Belt Road, Free and Open Indo Pacific, Act East, dan Indo Pacific Strategy.
Masing-masing memiliki pendekatan yang berbeda. Ada yang menggunakan pendekatan ekonomi, strategis atau keamanan.
Namun semuanya memiliki kesamaan yaitu, mereka saling bersinggungan dengan wilayah perairan Indonesia.
Peran Indonesia di sini, kata Menko Luhut, adalah bagaikan mengelola kompetisi tersebut menjadi kompetisi yang positif.
"Sesuai dengan yang digariskan dalam Kebijakan Kelautan Indonesia 2017, Indonesia dapat bekerja sama dengan siapa saja selama kerja sama tersebut dilandasi oleh hukum internasional," jelasnya.
Belum ada tanggapan untuk "Menko Luhut: Demi Stabilitas Kawasan, Indonesia Hormati Hukum Internasional"
Posting Komentar