Shalat di antara tiang- tiang masjid merupakan permasalahan yang telah banyak diperbincangkan para ulama.
Kenapa dilarang?
Katanya shalat diantara dua tiang dilarang, itu apa maksudnya?

Jawab:
Bismillah was shalatu was salamu âala Rasulillah, wa baâdu.
Diantara yang sangat ditekankan dalam islam adalah menyambung shaf dalam shalat jamaah. Hingga Nabi shallallahu âalaihi wa sallam memberikan janji baik bagi mereka yang menyambung shaf, dan sekaligus janji buruk bagi mereka yang memutus shaf.
Dari Ibnu Umar radhiyallahu âanhuma, Nabi shallallahu âalaihi wa sallam bersabda,
Ù
ÙÙÙ' ÙÙØµÙÙ٠صÙÙÙ'ÙØ§ ÙÙØµÙÙÙÙ٠اÙÙÙ'ÙÙÙ ÙÙÙ
ÙÙÙ' ÙÙØ·Ùع٠صÙÙÙ'ÙØ§ ÙÙØ·ÙعÙÙ٠اÙÙÙ'ÙÙÙ Ø¹ÙØ²Ù'Ù ÙÙØ¬ÙÙÙ'Ù
âSiapa yang menyambung shaf, Allah akan menyambungnya dan siapa yang memutus shaf, Allah Taâala akan memutusnya.â (HR. Nasai 827 dan dishahihkan al-Albani) dikutip dari konsultasisyaruah.com.
Beliau melarang makmum untuk shalat diantara tiang. Karena keberadaan tiang akan menyebabkan shaf shalat terputus. Dari Muawiyah bin Qurrah dari ayahnya radhiyallahu âanhu, beliau mengatakan,
ÙÙÙÙ'ÙØ§ ÙÙÙÙ'ÙÙ٠أÙÙÙ' ÙÙØµÙÙÙ'٠بÙÙÙ'ÙÙ Ø§ÙØ³Ù'ÙÙÙØ§Ø±Ù٠عÙÙÙ٠عÙÙÙ'Ø¯Ù Ø±ÙØ³ÙÙÙ٠اÙÙÙ'ÙÙ٠صÙÙÙ'Ù٠اÙÙÙ'ÙÙ٠عÙÙÙÙÙ'ÙÙ ÙÙØ³ÙÙÙ'ÙÙ
Ù ÙÙÙÙØ·Ù'Ø±ÙØ¯Ù عÙÙÙ'ÙÙØ§ Ø·ÙØ±Ù'Ø¯ÙØ§
âDulu, pada zaman Rasulullah Shallallahu âalaihi wa sallam, kami dilarang membuat shaf di antara tiang-tiang, dan kami jauhi tiang-tiang itu.â (HR. Ibnu Hibban 2219 dan dihasankan Syuaib al-Arnauth).
Dalam riwayat lain, dari Abdul Hamid bin Mahmud â" seorang tabiâin â" ,
ÙÙÙÙ'ÙØ§ Ù
ÙØ¹Ù Ø£ÙÙÙØ³Ù ÙÙØµÙÙÙ'ÙÙÙ'ÙÙØ§ Ù
ÙØ¹Ù Ø£ÙÙ
ÙÙØ±Ù Ù
ÙÙÙ' اÙÙ'Ø£ÙÙ
ÙØ±Ùاء٠ÙÙØ¯ÙÙÙØ¹ÙÙÙÙØ§ ØÙتÙ'ÙÙ ÙÙÙ
Ù'ÙÙØ§ ÙÙØµÙÙÙ'ÙÙÙ'ÙÙØ§ بÙÙÙ'ÙÙ Ø§ÙØ³Ù'ÙØ§Ø±ÙÙÙØªÙÙÙ'ÙÙ ÙÙØ¬ÙعÙÙ٠أÙÙÙØ³Ù ÙÙØªÙØ£ÙØ®Ù'ÙØ±Ù ÙÙÙÙØ§ÙÙ ÙÙØ¯Ù' ÙÙÙÙ'ÙØ§ ÙÙØªÙ'ÙÙÙÙ ÙÙØ°Ùا عÙÙÙ٠عÙÙÙ'Ø¯Ù Ø±ÙØ³ÙÙÙ٠اÙÙÙ'ÙÙ٠صÙÙÙ'Ù٠اÙÙÙ'ÙÙ٠عÙÙÙÙÙ'ÙÙ ÙÙØ³ÙÙÙ'ÙÙ
Ù
Kami dahulu bersama Anas bin Malik, lalu kami shalat di belakang seorang gubernur. Lalu mereka (makmum) mendorong kami sehingga kami berdiri dan shalat di antara dua tiang. Anas mulai mundur dan mengatakan,
âKami dahulu pada zaman Rasulullah Shallallahu âalaihi wa sallam menjauhi ini (shalat jamaah di antara dua tiang)â (HR. Abu Dawud 673, Turmudzi 229, dan dishahihkan al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 1/458).
Apa yang harus dilakukan bagi jamaah yang shafnya terputus tiang?
1. Jika jarak antara dua tiang itu panjang, misal, tiang pertama mendekati ujung kanan shaf dan tiang kedua mendekati ujung kiri shaf, maka jamaah yang di ujung shaf yang terputus tiang, pindah ke belakang.
2. Jika jarak antar tiang itu pendek, maka semua jamaah mundur ke shaf belakangnya.
3. Jika masjidnya sempit, sehingga semua bagian masjid harus diisi jamaah, dibolehkan bagi makmum shalat jamaah diantara shaf, karena ada hajat.
Syaikh Ibnu Utsaimin pernah ditanya tentang hukum shalat diantara tiang.
Jawaban beliau,
Ø§ÙØµÙاة بÙÙ Ø§ÙØ³Ùار٠جائزة Ø¹ÙØ¯ Ø§ÙØ¶ÙÙ. Ø£Ù
ا ÙÙ ØØ§Ù Ø§ÙØ³Ø¹Ø© ÙÙØ§ ÙØµÙ٠بÙÙ Ø§ÙØ³ÙØ§Ø±ÙØ ÙØ£ÙÙØ§ ØªÙØ·Ø¹ Ø§ÙØµÙÙÙ.
âSholat diantara tiang hukumnya boleh jika ruangan masjid terbatas. Namun apabila kondisinya luas maka tidak boleh sholat diantara tiang, karena hal tersebut memutus shaf sholat jamaah.â (Fatawa Arkanil Islam hlm. 310).
Aturan di atas hanya berlaku untuk mereka yang shalat berjamaah. Karena alasan memutus shaf. Sementara mereka yang shalat sendirian atau sebagai imam, boleh shalat dimanapun di dalam masjid.
Mudah-mudahan Allah Memberikan taufik dan kemudahan untuk melaksanakan setiap sunah, walaupun kelihatannya sepele, karena tidak ada istilah sepele dalam sunah, jika itu shahih perintah Allah dan RasulNya shallallahu âalaihi wasallam, apalagi istilah makruh bagi ulama terdahulu lebih bermakna mendekati pengharaman.
Â
Sumber/foto/artikelasal:Wajibbaca.com
loading...
Belum ada tanggapan untuk "Benarkah Dilarang Shalat Diantara Tiang Masjid? Baca Selengkapnya!! â Post Share Indonesia"
Posting Komentar