Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Petugas kejaksaan Tokyo menggerebek kantor pusat perusahaan konstruksi Obayashi, Jumat (8/12/2017) malam.
Perusahaan ini diduga melakukan kecurangan terhadap lelang proyek pengerjaan infrastruktur kereta api linear central Shinkansen Japan Railways (JR) Tokai untuk Tokyo-Nagoya.
"Dalam proyek yang menargetkan 10 tahun itu, diharapkan selesai tahun 2027, diduga terjadi kecurangan dalam proyek tender yang dimenangkan oleh Obayashi sehingga dilakukan penggerebekan Jumat (8/12/2017) malam," ungkap sumber Tribunnews.com, Sabtu (9/12/2017).
Kecurigaan terjadi kecurangan dalam pekerjaan konstruksi proyek tersebut dengan mencoba mendengarkan dari para eksekutif perusahaan konstruksi Obayashi di kantor pusatnya di Minatoku Tokyo, mengenai proyek tersebut.
Baca: Marsda Yuyu Sutisna Disebut-sebut Berpeluang Gantikan Hadi Tjahjanto Jabat KSAU
Proyek Linear Central Shinkansen dengan dana konstruksi sebesar 9 triliun 300 miliar yen untuk jalur Tokyo-Osaka.
Tahap pertama ke Nagoya rencana selesai 2027. Lalu sampai ke Osaka selesai tahun 2045.
Apabila selesai tahun 2045, perjalanan dari Tokyo ke Osaka (438 km) hanya memakan waktu 1 jam 7 menit saja menggunakan Shinkansen Linear.
Tahun 2015 Shinkansen Linear memiliki kecepatan 603 km per jam, tercatat sebagai kecepatan paling tinggi kereta api di Guiness Book of Record.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar