Terkadang kita mendapati orang yang meninggal matanya melotot. Dan ternyata cukup banyak orang yang mengalami demikian ketika sakaratul maut.
Mengapa? Ustadz Abdul Somad menjelaskan, kematian adalah berpisahnya ruh dari jasad.
Ketika seseorang dicabut nyawanya oleh Malaikat Maut, maka ruhnya akan keluar lewat atas (kepala), sehingga ia kaget melihat keluarnya ruh tersebut. Sehingga matanya pun melotot. âRuh keluar berawal dari ujung kaki.
Minal asfal. Asfal artinya bawah. Mengalir dia ke atas, lalu dia pun keluar dari atas, maka mata pun melihat.
Seperti yang dikutip dari islamicpos,com, Makanya orang yang meninggal itu matanya melotot. Apa yang dia lihat? Ruhnya keluar,â terang alumni Universitas Al Azhar Mesir dan Universitas Darul Hadits Maroko ini.
Sakaratul maut ini sangat berat, apalagi bagi orang-orang zalim dan kufur kepada Allah.
ÙÙÙÙÙÙ' ØªÙØ±ÙÙÙ° Ø¥ÙØ°Ù Ø§ÙØ¸Ù'ÙØ§ÙÙÙ
ÙÙÙÙ ÙÙ٠غÙÙ
ÙØ±Ùات٠اÙÙ'Ù
ÙÙÙ'ت٠ÙÙØ§ÙÙ'Ù
ÙÙÙØ§Ø¦ÙÙÙØ©Ù Ø¨ÙØ§Ø³ÙØ·Ù٠أÙÙÙ'دÙÙÙÙÙ
Ù' Ø£ÙØ®Ù'Ø±ÙØ¬ÙÙØ§ Ø£ÙÙÙ'ÙÙØ³ÙÙÙÙ
Ù Û Ø§ÙÙ'ÙÙÙÙ'Ù
Ù ØªÙØ¬Ù'زÙÙÙ'ÙÙ Ø¹ÙØ°Ùاب٠اÙÙ'ÙÙÙÙ٠بÙÙ
ÙØ§ ÙÙÙÙ'تÙÙ
Ù' تÙÙÙÙÙÙÙÙ٠عÙÙÙ٠اÙÙÙ'ÙÙ٠غÙÙÙ'ر٠اÙÙ'ØÙÙÙ'Ù ÙÙÙÙÙÙ'تÙÙ
Ù' عÙÙÙ' Ø¢ÙÙØ§ØªÙÙÙ ØªÙØ³Ù'تÙÙÙ'Ø¨ÙØ±ÙÙÙÙ
.
âAlangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zhalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat mumukul dengan tangannya, (Sambil berkata): âKeluarkan nyawamuâ. Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayatNyaâ (QS. Al Anâam: 93)
Rasulullah shallallahu âalaihi wasallam bersabda: âSakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedangâ (HR Tirmidzi)
Adapun yang paling ringan, yakni bagi orang-orang mukmin, Rasulullah menggambarkan: âKematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek ?â (HR. Bukhari)
Wallahu aâlam bish shawab
Sumber/foto/artikelasal:Wajibbaca.com
loading...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar